Bridging Course (BC) Untuk Siswa Kelas 7 dan 8 dalam Kurikulum 2013

13 Jul 2014 - -

Pada tahun pelajaran 2014/2015 semua SMP di seluruh Indonesia akan mengimplementasikan Kurikulum 2013 di kelas VII dan VIII. Terkait dengan hal tersebut, peserta didik baru SMP kelas VII mungkin akan menghadapi dua masalah. Pertama, sejumlah peserta didik baru belum terbiasa dengan proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah. Kedua, sebagian di antara mereka mungkin belum memiliki bekal (baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan) yang memadai untuk memulai pendidikannya pada jenjang SMP. Hal ini antara lain disebabkan oleh adanya perbedaan antara isi Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Belum terbiasanya peserta didik baru kelas VII SMP dalam mengikuti pembelajaran dengan pendekatan ilmiah dan belum dimilikinya bekal yang memadai dalam hal sikap, pengetahuan, dan keterampilan  dapat mengakibatkan prestasi belajar yang rendah, tinggal kelas, dan bahkan putus sekolah (drop out).

Untuk mengatasi masalah tersebut, Direktorat Pembinaan SMP memandang perlu peserta didik baru SMP diberi penguatan agar (1) kompetensi awal mereka meningkat sehingga mereka siap untuk mengikuti pelajaran di kelas VII dengan Kurikulum 2013 dan (2) mereka mengenal dan/atau mulai terbiasa dengan pembelajaran dengan pendekatan ilmiah. Salah satu cara yang dipandang efektif adalah dengan memberikan bridging course (BC) kepada mereka di awal tahun pelajaran SMP

Berdasarkan Panduan Pelaksanaan BC di SMP 2014, BC dapat dilaksanakan dengan berbagai pola dengan jangka waktu yang berbeda-beda.

1.    Bridging Course dapat diintegrasikan dengan pelaksanaan kegiatan-kegiatan selama Masa Orientasi Siswa (MOS). Dalam pola ini BC merupakan salah satu kegiatan MOS. Waktu khusus dialokasikan setiap hari selama MOS berlangsung. Banyaknya waktu yang dialokasikan sangat tergantung pada tingkat kesiapan peserta didik baru mengikuti pelajaran di SMP (yang dapat diketahui melalui tes diagnostik) dan waktu keseluruhan yang dimiliki untuk MOS.

2.    Bridging Course dapat dilakukan secara intensif pada periode waktu tertentu, misalnya selama satu minggu atau lebih (enam hari atau lebih berturut-turut) sebelum atau sesudah MOS (di awal tahun pelajaran). Semua waktu pada periode tersebut dijadwalkan untuk BC. Lama penyelenggaraan (banyaknya hari yang dialokasikan) sangat tergantung pada tingkat kesiapan peserta didik baru mengikuti pelajaran di SMP (yang dapat diketahui melalui tes diagnostik) dan kalender akademik sekolah.

3.    Bridging Course dapat diberikan dalam bentuk pelajaran tambahan setelah pelajaran berakhir  setiap hari pada awal tahun pelajaran baru selama jangka waktu tertentu. Setiap hari atau setiap dua hari sekali peserta didik diberi pelajaran tambahan selama dua jam pelajaran atau lebih. Lama penyelenggaraan (banyaknya jam dan hari yang dialokasikan) sangat tergantung pada tingkat kesiapan peserta didik baru mengikuti pelajaran di SMP (yang dapat diketahui melalui tes diagnostik). Dalam pola ini BC dapat diberikan selama satu, dua, atau lebih pada bulan-bulan awal semester satu kelas VII.  (sumber: MATERI TOT BRIDGING COURSE).

Berikut contoh program kerja awal tahun yang didalamnya sudah mencakup jadwal bridging course (BC) untuk siswa kelas VII dan kelas VIII yang bisa anda download di link berikut:
[Download Contoh Program Kerja Awal Tahun 2014/2015]


Koleksi Tutorial Blog

Arsip Blog