9 PR Untuk Orang Tua Dalam Program Kelas Pengasuhan Anak

16 Nov 2014 - -

Posting yang saya beri judul 9 PR Untuk Orang Tua Dalam Program Kelas Pengasuhan Anak ini merupakan hasil copy paste dari group WA (WhatsApp) guru dan wali murid kelas 3A SD IT Nurul Islam Tengaran (anak pertama: M. Ulin Nuha) yaitu berupa Resume program Kelas Pengasuhan Anak dari Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari (Dorector of Auladi-Parenting School) Hotel Citarum, 8-9 Nov 2014.

Kenapa kita harus belajar tentang pengasuhan anak:
1. Àllah memerintahkan kita utk terus belajar
2. Zaman: zaman telah berubah. Dulu akses informasi terbatas. Skrg akses informasi tersebar luas
3. Agar anak bahagia.

  • Kenapa orang tua sering emosi menghadapi anak; hal ini karena orang tua tidak mempunyai ilmu.
  • Kenapa anak berperilaku buruk; hal ini karena beda pola asuh
  • Kenapa anak menjadi beban; karena kita tidak bersama anak, kita hanya didekat anak. orang tua sibuk dengan gadget: laptop, tab, hp.

Oleh karena itu, berikut 9 PR untuk orang tua dalam program kelas pengasuhan anak:
1. PR ke-1 : InsayaaAllah mulai hari ini saya bersungguh sungguh jadi orang tua betulan, bukan kebetulan. saya bersungguh sungguh memulainya dari hal yang sederhana yaitu menyediakan waktu bersama anak setiap hari, setidaknya 30 menit setiap hari sebelum 12 tahun dan 3 jam setidaknya setiap bulan setelahnya.

2. PR ke-2 : InsayaaAllah mulai hari ini, saya akan MEMBEBASKAN hidup anak saya demi kebahagiaan mereka sepanjang tidak berlebihan, yaitu :
  1. Tidak membahayakan dirinya
  2. Tidak merugikan orang lain
  3. Tidak melanggar hukum agama, negara dan norma setempat

3. PR ke-3 : InsayaaAllah mulai hari ini, saya bersungguh sungguh sekuat tenaga utk MENDAMPINGI anak setiap hari jika bertemu dgn anak setidaknya pada 4 kegiatan, yaitu :
  1. Bangun tidur
  2. Mau tidur
  3. Makan
  4. Sholat

4. PR ke-4: saya akan mengutamakan KEBENARAN, bukan usia, untuk membesarkan anak saya, dan pantang bagi saya membandingkan anak saya dengan saudaranya apalagi dengan orang lain.

5. PR ke-5: InsayaaAllah mulai hari ini, saya tidak akan mengatakan kalimat negatif tentang anak saya didepan anak, sebaik apapun tujuannya.

Saya tidak ridho konsep diri anak saya menjadi negatif gara-gara mulut saya yg tidak terjaga.
Hati-hati krn itu akan menjadi label. Kita melabeli anak kita nakal, maka ia menjadi nakal. Isi toples sesuai labelnya

6. PR ke-6: mulai hari ini saya akan bersungguh-sungguh melakukan apa yang saya katakan kepada anak, mulai hari ini saya akan bersungguh sungguh tidak pernah berbohong dan ingkar janji pada anak sebaik apapun tujuannya. saya tidak ridho anak-anak saya tidak mempercayai saya orang tuanya.
  1. Orang tua tegas tapi tidak kasar
  2. Orang tua harus konsisten

7. PR ke-7 : mulai hari ini saya bersungguh sungguh, ketika anak saya berlebihan, saya akan sedikit bicara dan banyak bertindak. Yaitu dengan membuat batasan-batasan yang jelas dan konsekuensi yang jelas. Ketika saya terpaksa menindak anak, saya sekuat tenaga melaksanakannya dan tidak mudah goyah oleh perlawanan anak berupa : tangisan, kemarahan, amukan, dan serangan kata-kata atau fisik. saya tau tidak akan mudah, tapi saya juga tau jika tidak melaksanakannya sekarang, maka akan jadi kesulitan yang berkepanjangan.
  • anak nangis minta sesuatu, cuekin aja
  • anak ngamuk, orang tua tinggalkan ia. tapi tetap dalam pengawasan
  • orang tua jangan lembek dengan segera memberi apa yang diminta anak.

8. PR ke-8: mulai hari ini saya akan bersungguh sungguh saya akan mendekati anak saya pd saat berbuat baik lebih sering dr pada saat berbuat buruk dan setelah itu tidak akan jaga image untuk :
mengungkapkan perasaan positif yg kita rasakan mendoakan anak sesekali yg sengaja terdengar anak
menceritakan kebaikan anak kepada orang lain.

9. PR ke-9 : Mulai hari ini saya bersungguh-sungguh saya akan melatih diri saya agar menjadi tempat curhat terbaik yg dipilih anak saya dengan mebiasakan diri :
  • Mengajak anak bicara soal sepele sebelum yang serius.
  • Mengajak anak berbicara pada saat tidak bermasalah sebelum yang bermaslah
  • Tidak akan pernah memasukan nasehat sebelum mengeluarkan isi pikiran dan perasaan anak
  • Berikan nasehat setelah anak colling down

Silahkan tinggalkan komentar anda disini dan Terimakasih anda mau menuliskan nama anda.

Koleksi Tutorial Blog

Arsip Blog