Tampil di Android

Info Penting

Tugas Blogging 2 Kelas IX Tahun 2019

S alah satu materi BTIK kelas IX mulai semester 1 tahun 2019 ini sengaja saya kenalkan tentang dunia blog, diawal perkenalan ini bukan dal...

Artikel Terbaru

Surat Edaran No 14 Tahun 2019 Tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) berdasarkan Surat Edaran No 14 Tahun 2019 akan disederhanakan, tentunya ini menjadi berita yang sangat membahagiakan para Guru di Indonesia, karena selama ini cenderung terbebani dengan aturan dan format RPP yang begitu detail, membutuhkan berpuluh-puluh halaman dalam pembuatan RPP ditiap pertemuannya.


Berikut isi surat edaran resmi dari menteri pendidikan dan kebudayaan yang baru Nadiem A Makarim yang disampaikan pada tanggal 10 Desember 2019 di Jakarta. Tembusan surat edaran ini disampaikan kepada seluruh Gubernur dan Bupati/Walikota di seluruh Indonesia.
  1. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dilakukan dengan prinsip efisiensi, efektif, dan berorientasi pada murid.
  2. Bahwa dari 13 (tiga belas) komponen RPP yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, yang menjadi komponen inti adalah tujuan pembelajaran, langkah-langkah (kegiatan) pembelajaran, dan penilaian pembelajaran (assessment) yang wajib dilaksanakan oleh guru, sedangkankomponen lainnya bersifat pelengkap.
  3. Sekolah, kelompok guru mata pelajaran sejenis dalam sekolah, Kelompok Kerja Guru (KKG)/ Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan individu guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP secara mandiri untuk sebesar-besarnya bagi keberhasilan belajar murid.
  4. Adapun RPP yang telah dibuat guru dapat digunakan dan dapat pula disesuaikan sesuai poin 1, 2, dan 3.


Demikian Surat Edaran No 14 Tahun 2019 Tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), semoga bermanfaat.

Download Permendikbud No 43 Tahun 2019 Tentang Ujian Nasional

Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ujian Yang Diselenggarakan Satuan Pendidikan Dan Ujian Nasional. File PDFnya bisa didownload di bawah ini:

SAH! Ujian Nasional (UN) dihapus Tahun 2021, 2020 UN Terakhir

Hari ini benar-benar heboh, Group WhatsApp, Telegram, Facebook, ramai membicarakan masalah UN DIHAPUS, wacana yang selama ini digaungkan akhirnya resmi juga diumumkan. Tahun 2020 merupakan penyelenggaraan Ujian Nasional yang terakhir kalinya, dan tahun 2021 akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survai Karakter. Asesmen mencakup 3 hal dasar yaitu: Literasi, Numerasi, dan Karakter. Asesmen dilaksanakan di tengah jenjang sekolah (Kelas 4 SD, 8 SMP, dan 11 SMA/SMK) untuk perbaikan mutu dan tidak menjadi patokan dalam penerimaan siswa di jenjang berikutnya.


Berikut Point Kebijakan Merdeka Belajar yang dipaparkan Mendikbud Nadim A. Makarim di Hotel Bidakara Jakarta, 11 Desember 2019:

*1. USBN*
A. Tahun 2020 USBN akan diganti dengan asesmen yang diselenggarakan oleh sekolah
B. Asesmen dapat dilakukan dalam bentuk tes, portofolio, dan penugasan
C. Guru lebih merdeka dalam menilai hasil belajar siswa

Anggaran USBN akan dialihkan untuk pengembangan kapasitas guru dan kualitas pembelajaran

*2. UN*
A. 2020 UN untuk terakhir kali
B. 2021 akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survai Karakter
C. Asesmen mencakup 3 hal dasar yaitu: Literasi, Numerasi, dan Karakter
D. *Asesmen dilaksanakan di tengah jenjang sekolah (Kelas 4 SD, 8 SMP, dan 11 SMA/SMK)* untuk perbaikan mutu dan tidak menjadi patokan dalam penerimaan siswa di jenjang berikutnya

*3. RPP*
A. Guru bebas memilih format RPP
B. Komponen inti: tujuan, kegiatan, dan asesmen (1 halaman cukup)
C. Lebih pada penekanan asesmen

*4. Fleksibilitas PPDB*
A. Ada 4 jalur PPDB yaitu:
- Zonasi (min 50%),
- Afirmasi (min 15%),
- Perpindahan (maks 5%),
- Prestasi (0 s.d 30%) sesuai kondisi daerah

B. Daerah berwenang menentukan proporsi final dan menetapkan wilayah zonasi

Demikian, semoga bermanfaat.

Pro - Kontra Mung Exambro Bagi Siswa +62

Mung Exambro dipublikasikan pada tanggal 26 September 2019, dan sampai tulisan ini saya buat Aplikasi Mung Exambro sudah didownload dan digunakan lebih dari 14.000 pengguna. Mung Exambro - Exam browser merupakan aplikasi pendidikan yang bisa digunakan Bapak/ Ibu Guru di Indonesia untuk melaksanakan ujian online menggunakan android siswa, dengan aplikasi ini soal online yang sudah disiapkan Bapak/ Ibu Guru baik menggunakan google formulir, office 365 formulir, dan aplikasi quiz lain bisa diakses menggunakan aplikasi ini dengan fitur unggulan mengunci hp siswa dalam mengakses aplikasi lain saat ujian online berlangsung, hal ini tentu sangat baik untuk mengurangi tingkat kecurangan siswa dalam mengikuti ujian.

Membaca statistik Aplikasi ini memang meningkat sangat drastis dari waktu kewaktu, ini membuktikan bahwa aplikasi ini cukup bermanfaat dalam dunia Pendidikan di Indonesia, dan tentunya inilah yang sangat saya harapkan, mempublikasikan yang bermanfaat walaupun tetap saja akan muncul pro-kontra.


"Pro-Kontra selalu ada dalam dunia ini", kalimat ini memang benar adanya, walaupun hal tersebut mengajak kebaikan, tetap saja pro dan kontra selalu ada dalam menghiasi dunia ini. yess... itulah mengapa tulisan ini saya buat dengan judul Pro-Kontra Mung Exambro bagi siswa +62 (Indonesia).

Membaca ulasan yang pro aplikasi, ini akan memberi aura positif pada saya secara pribadi, sebaliknya ternyata membaca ulasan yang kontra dengan aplikasi ini cukup memberi aura negatif. hmmm.... memang harus "dowo ususe". Semoga saja aplikasi ini ada manfaatnya untuk siswa +62 (Indonesia) dalam membentuk karakter jujur saat mengikuti Ujian.

Follow Me


Iklan

Tutorial Blogger

Arsip Blog