Tampil di Android

Info Penting

Tutorial Blogger Terlengkap Sistematis dilengkapi Video Tutorial

T utorial blogger di internet sangat banyak pilihannya, anda bisa memilih tutorial mana yang akan anda ikuti dan praktikkan supaya anda bi...

Artikel Terbaru

Tabel Jumlah Angka Kredit yang Dipersyaratkan Untuk Kenaikan Pangkat Berdasarkan Buku 4

Jumlah Angka Kredit yang Dipersyaratkan dalam kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, Berdasarkan Ketentuan Pasal 17, Permenneg PAN dan RB Nomor
16 Tahun 2009, jumlah minimum angka kredit untuk memenuhi persyaratan kenaikan pangkat/jabatan guru dari unsur pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah sebagai berikut:


Catatan tambahan untuk tabel di atas: *) bagi Guru Madya, golongan ruang IV/c, yang akan naik jabatan menjadi Guru Utama, golongan ruang IV/d, wajib melaksanakan presentasi ilmiah.

Download Buku 4 Pedoman Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Dan Angka Kreditnya Terbaru 2019

Guru sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam mencapai Visi Kemdikbud 2025 yaitu Menghasilkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif. Oleh karena itu, profesi guru harus dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.


Konsekuensi dari jabatan guru sebagai profesi, diperlukan suatu sistem pembinaan dan pengembangan terhadap profesi guru secara terprogram dan berkelanjutan melalui kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan  Pengembangan Profesi Guru merupakan salah satu kegiatan yang dirancang untuk mewujudkan terbentuknya guru yang profesional. Buku ini merupakan Pedoman Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang disajikan untuk digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan, baik oleh guru, tim penilai, maupun pemangku kepentingan (stake holder).

Mudah-mudahan buku 4 tentang PKB dan Angka Kreditnya ini dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi guru.

Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, Dan Pengawas Sekolah

Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru mengamanatkan bahwa guru berkedudukan sebagai tenaga profesional yang berperan sebagai agen pembelajaran dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional.


Pada posting ini akan saya salinkan informasi tentang Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, Dan Pengawas Sekolah berdasarkan Buku Tanya Jawab Seputar Pembinaan Guru yang diterbitkan Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Tahun 2019:

1. Apa saja beban kerja guru? 

Jawab : 
Beban kerja Guru mencakup kegiatan/tugas utama pokok:
a. merencanakan pembelajaran atau pembimbingan;
b. melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan;
c. menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan;
d. membimbing dan melatih peserta didik; dan
e. melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada fungsi sekolah/madrasah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

2. Apakah kegiatan pokok yang merupakan beban kerja guru harus dilaksanakan di sekolah? 

Jawab :
Ya. Guru harus berada di sekolah paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja dalam 1 (satu) minggu untuk melaksanakan tugas pokok guru.

3. Apakah yang dimaksud dengan ‘melaksanakan pembelaja­ran’?

Jawab :
Pelaksanaan pembelajaran adalah kegiatan tatap muka di kelas yang jumlah jamnya sesuai dengan struktur kurikulum.

4. Berapa jumlah jam tatap muka yang menjadi beban kerja Guru ketika melaksanakan pembelajaran?

Jawab :
Beban kerja Guru untuk melaksanakan pembelajaran paling sedikit memenuhi 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam I (satu) minggu, yang merupakan bagian jam kerja dari jam kerja 4
sebagai pegawai yang secara keseluruhan paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja dalam 1 (satu) minggu.

5. Apakah guru yang mendapat tugas tambahan dan tugas tambahan lainnya harus memenuhi Beban kerja Guru paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam I (satu) minggu?

Jawab :
Tidak. Pemenuhan beban kerja Guru dengan tugas tambahan sebagai berikut:
a. 12 (dua belas) jam tatap muka untuk tugas tambahan wakil kepala satuan pendidikan; ketua program keahlian satuan pendidikan; kepala perpustakaan satuan pendidikan; kepala laboratorium, bengkel, atau unit produksi satuan pendidikan;
b. 6 (enam) jam tatap muka untuk pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusi atau pendidikan terpadu.
Sedangkan bagi guru dengan tugas tambahan lainnya paling banyak 6 (enam) jam tatap muka untuk untuk tugas tambahan lain.

6. Apakah yang dimaksud dengan Guru yang mendapat tugas tambahan?

Jawab :
Guru yang mendapatkan tugas tambahan adalah guru yang selain mengajar, juga mendapatkan tugas-tugas sebagai berikut:
a. wakil kepala satuan pendidikan;
b. ketua program keahlian satuan pendidikan;
c. kepala perpustakaan satuan pendidikan;
d. kepala laboratorium, bengkel, atau unit produksi satuan pendidikan;
e. pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang 5
menyelenggarakan pendidikan inklusi atau pendidikan terpadu; atau
f. tugas tambahan selain huruf a sampai dengan huruf e yang terkait dengan pendidikan di satuan pendidikan

7. Apa yang dimaksud dengan tugas tambahan selain huruf a sampai dengan huruf e yang terkait dengan pendidikan di satuan pendidikan?

Jawab :
Tugas tambahan lain yang dimaksud antara lain adalah koor­dinator pengembangan keprofesian berkelanjutan/penilaian kinerja Guru, pembina ekstrakurikuler, Pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), wali kelas, pengurus organisasi profesi, guru piket, koordinator bursa kerja khusus, ketua Lembaga Sertifikasi Profesi 1 (LSP1), dan tutor pada pendidikan dasar dan menengah.

8. Apakah beban kerja kepala sekolah sama dengan guru?

Jawab :
Tidak. Beban kerja kepala satuan pendidikan sepenuhnya un­tuk melaksanakan tugas manajerial, pengembangan kewirausa­haan, dan supervisi kepada Guru dan tenaga kependidikan.

9. Apakah kepala sekolah tidak lagi melaksanakan pembelajaran tatap muka?

Jawab :
Ya. Namun dalam keadaan tertentu apabila terdapat guru yang berhalangan atau untuk mengisi kekosongan guru, kepala satuan pendidikan dapat melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan untuk memenuhi kebutuhan Guru pada satuan pendidikan.6

10. Apakah beban kerja pengawas satuan pendidikan?

Jawab :
Beban kerja pengawas satuan pendidikan melakukan tugas pengawasan, pembimbingan, dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah ekuivalen dengan paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam pembelajaran tatap muka dalam 1 (satu) minggu.

11. Apakah kepala sekolah dan pengawas sekolah juga harus melaksanakan beban kerjanya paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja dalam 1 (satu) minggu?

Jawab :
Ya. Kepala sekolah dan Pengawas Sekolah harus melaksanakan beban kerjanya masing-masing paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja dalam 1 (satu) minggu.

 Demikian Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, Dan Pengawas Sekolah sesuai dengan Buku Tanya Jawab Seputar Pembinaan Guru yang diterbitkan Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Tahun 2019, Semoga Bermanfaat.

Cara Mudah Membuat QR Code alamat Server Soal Online

Mung Media secara resmi mempublikasikan aplikasi terbaru yang diberi nama Mung Exambro pada Tanggal 25 September 2019. Mung Exambro (Exam Browser) merupakan salah satu aplikasi pendidikan yang bisa digunakan Bapak/ Ibu Guru di Indonesia untuk memudahkan pelaksanaan CBT (Computer Based Test), ujian online menggunakan android siswa, dengan aplikasi android ini soal online yang sudah disiapkan Bapak/ Ibu Guru baik menggunakan google formulir, office 365 formulir, aplikasi soal unbk dan aplikasi quiz lain bisa diakses menggunakan aplikasi ini dengan fitur unggulan memproteksi hp siswa dalam mengakses aplikasi lain saat ujian online berlangsung, sehingga bisa meminimalisir kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaan CBT.

Pada penggunaan aplikasi Mung Exambro ini, siswa akan diminta untuk memasukan alamat server/ soal online yang sudah Bapak/ Ibu Guru siapkan, atau bisa juga menscan QR Code alamat server/ soal online yang sebelumnya sudah dibuat oleh Bapak/ Ibu Guru.

Pada posting ini akan saya jelaskan Cara Mudah Membuat QR Code alamat Server Soal Online dengan memanfaatkan situs qrcode-monkey.com:

  1. Siapkan link soal online anda (cara membuat soal online dengan google formulir bisa anda pelajari disini), sebagai contoh link soal online yang sudah saya buat di google formulir berikut:
    https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfVgd3EWFQ0giwKLVRm6n2mZ9zJ-FoHYOpg11YJ4Zg54VQEvw/viewform
  2. Buka situs qrcode-monkey.com 
  3. Klik menu TEXT, paste pada kolom yang tersedia di bawahnya, JANGAN lupa hapus https://, sehingga URL soal online yang akan dijadikan QR Code adalah sebagai berikut:
    docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfVgd3EWFQ0giwKLVRm6n2mZ9zJ-FoHYOpg11YJ4Zg54VQEvw/viewform

  4. Pada sidebar kanan, anda bisa mengatur dimensi gambar QR Code yang diinginkan, defaultnya 1000px, kemudian klik tombol Create QR Code, setelah gambar QR Code anda dapatkan, silahkan anda download file gambar dengan format PNG atau jenis file lain seperti .SVG, PDF, EPS, sesuai kebutuhan anda. Saya biasanya menggunakan file gambar PNG.
  5. Gambar QR Code yang sudah anda download bisa ditayangkan di proyektor atau di cetak dengan ukuran besar guna ditempel di papan tulis.
Bagi anda yang membuat soal online menggunakan Microsoft Forms - Office 365, tidak perlu menggunakan situs QR Code generator, karena sudah tersedia fitur share with QR Code.


Demikian Cara Mudah Membuat QR Code alamat Server Soal Online, semoga bermanfaat.

Follow Me


Iklan

Tutorial Blogger

Arsip Blog