Info Penting

Mapel TIK Kembali Hadir di Kurikulum 2013 dalam Konsep Baru

M ata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang sempat dihilangkan dalam Kurikulum 2013 dan diganti namanya menjadi Bimbing...

Artikel Terbaru

Anakku Kena Tipu Pusat Aplikasi Telegram

3 Mei 2018 - - 8

Modus penipuan semakin hari semakin banyak modelnya, mulai dari modus penipuan yang langsung menginformasikan dapat hadiah baik melalui sms maupun telpon, modus penipuan melalui internet yang kebanyakan menggunakan blog gratisan, dan ada juga modus kejahatan lain yang melalui media sosial seperti facebook, whatsApp, BBM, atau melalui aplikasi yang terkenal kuat tingkat keamanannya yaitu aplikasi telegram, karena bagaimanapun kuatnya sebuah sistem keamanan aplikasi, celah-celah yang bisa dijadikan kelemahan suatu aplikasi tetap akan ditemukan oleh pelaku kejahatan.

Anakku kena tipu pusat aplikasi telegram, baca judul postingan ini pasti anda langsung berkomentar "tidak mungkinlah pusat aplikasi telegram menipu atau melakukan tindak kejahatan", aplikasi yang sudah terkenal kuat sistem keamanannya ini akhir-akhir ini sedang banyak dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan yang tujuan utamanya adalah mengakses akun telegram dari tempat lain, setelah akun telegram korban bisa diakses, data komunikasi di telegram akan bisa diambil atau bisa juga mengirim pesan ke korban berikutnya menggunakan akun kita, tentu hal ini sangat berbahaya bukan?.

Tanggal 2 Mei 2018 sekitar pukul 17.45 WIB, saya dan anak istri sholat berjamaah di masjid, selesai sholat anak pertama saya pulang terlebih dulu, dan ternyata mendapati smartphone saya berdering pertanda ada orang telpon, karena saya masih di Masjid, anak sayapun menerima telpon tersebut tujuanya mau memberi informasi kalau Bapaknya masih di Masjid. Nah.... disinilah penjahat mulai beraksi, dengan mengaku dari pusat aplikasi telegram dan meminta anak saya membuka sms untuk membacakan kode keamanan dari telegram yang masuk, setelah dibacakan telponpun ditutup.

"Ingat, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya. Tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah! Waspadalah!"

Sekitar 15 menit setelah telpon ditutup saya pulang dan dapat laporan katanya ada telpon masuk mengaku dari pusat telegram kemudian disuruh membacakan angka yang masuk lewat sms, sayapun kaget, waduh... ini anak... sambil mulut ini ngomel dan menjelaskan apa yang terjadi, smartphone saya ambil dan segera mengecek ke bagian setting keamanan aplikasi telegram, benar juga.... akun telegram saya di akses dari tempat lain menggunakan perangkat android VIVO, sayang sekali saya lupa screnshoot buktinya karena langsung saya terminate/ mengakhiri akses akun telegram saya dari perangkat tersebut, dengan cara ini akses akun telegram dari tempat lain otomatis tertutup, dan tidak bisa lagi melanjutkan aksi kejahatanya.

Berikut informasi yang berisi IP komputer tersangka tempat akun telegram saya diakses.

Semoga saja dalam waktu 15 menit belum sempat melakukan tindak kejahatan, paling baru melihat ribuan chat dan group yang belum dibaca, hehe....
Setelah proses terminate akses akun dari lokasi lain, saya ambil hp dengan nomor berbeda, dan coba untuk telpon kenomor 081369161865 yang barusan dipakai buat meminta kode keamanan telegram, dan benar juga, orang ini mengaku dari pusat telegram, namun setelah saya ngomong sesuatu (sensor), langsung ditutup sama orang ini.

Pelajaran yang bisa  diambil dari kisah nyata yang baru saya alami ini adalah:

  1. Jangan mudah percaya dengan pengakuan jabatan seseorang melalui telepon yang ujung-ujungnya meminta data pribadi atau informasi yang sifatnya rahasia, seperti password, pin, kode keamanan, dll.
  2. Jika sudah terlanjur data keamanan diberikan, segera lakukan tindakan pencegahan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti segera mengganti password, mengakhiri akses akun, atau ekstrimnya menghapus akun.
  3. Sedini mungkin berilah pengetahuan ke anak-anak kita tentang adanya tindak kejahatan-kejahatan yang berkaitan dengan teknologi.
  4. Jika memang berisi data rahasia, lebih baik smartphone anda kunci supaya tidak sembarangan anak bisa membuka untuk membaca sms, whatsApp, dll.

Demikian, semoga bisa diambil hikmahnya. aamiin...

8 komentar

  1. Trimks Mr.Mung atas info yg sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 ibu, semoga tidak ada korban-korban berikutnya.

      Hapus
  2. barusan saya jg ditelp, pas lg di kantor, lsg browsing no tsb, eh ketemu blog ini, langsung ak kerjain tuh si tukang tipu, wwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.... kemarin sy juga ada sms, telpon, pengiriman kode telegram lagi, keliatanya ada yang mau mengakses akun telegram saya lagi. tak tunggu2 tidak telpon2, kalau telpon mau jg tak kerjain. :D

      Hapus
  3. Saya baru di tlpn juga atas nomor 081369161865 tetap waspada kawan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah betul juga, berarti nomor itu masih beraksi terus. waspadalah-waspadalah....

      Hapus
  4. Kakakku yg baru kena tipu dr nomor tersebut seminggu yang lalu. Akun telegram yg buat jualan pulsa kakakku kena scam. Deposit pulsa dikuras habis.. hmpr 700rb. Ketahuan aq baru pas akun duplikasi tsb mau mengajukan tambahan saldo lg.
    Gregetan, marah, tp udah kejadian. So, jd pengalaman buat kami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga mendapat gantinya yg lebih banyak, dan sang penipu segera mendapat hidayah. Aamiin...
      sore ini saya dapat telpon lagi yang mengaku dari pusat telegram di jakarta, dan minta dibacakan kode yg masuk ke sms. ya saya layani saja, tapi sy kerjani. :)

      Hapus

Follow Me


Iklan

Koleksi Tutorial Blog

Arsip Blog